When Quiet, It mean I am Observing and Thinking What Should I Respond

15 Feb 2013

Beberapa teman, mungkin yang belum paham siapa saya, selalu bilang, kenapa abdul tidak merespon ketika diajak bicara, abdul kalau diajak ngomong pasti cuma mendengarkan doang, gak kasih solusi.

Apakah saya seorang pendiam? Kalau boleh menjawab dari hati, saya bukan pendiam, namun berhati-hati melemparkan respon. Bahkan, terasa aneh kalau saya dilabeli sebagai pendiam. Wah tanya deh tuh teman-teman dari Tegal, atau teman-teman yang sering jalan sama saya. Seberapa kritis dan galaknya saya kalau teman saya melakukan suatu noda kesalahan. Hahahah :D

Saya ini sebenarnya memang tipikal melankolis ya, berusaha mengurai segala hal disekitar, memrosesnya secara runtut dan memikirkan sebab akibat yang akan terjadi. Gila mungkin. But thats happened.

Kalau boleh dilempar dengan buku KAP, saya sih merasa saya saat itu sedang mempraktikan anjuran how to be good listener dari buku Interpersonal Communication karyanya Joseph De Vito. Yah, bukankah saat seseorang sedang bercuap-cuap kita dianjurkan untuk diam, mengamati, senyum sumringah, dan jangan menyela? Nah, baru menawarkan solusi, jika si pembicara memang meminta solusi dari kita….

Haha. Nah, so, will you judge me as a quiet person again. Up to you dah…

Tulisan ini mungkin terkesan pembelaan tentang jati diri… :D Hahahah

-if you think negative, so you put negative element into your soul- abd


TAGS


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post